Kembang api seperti kenangan. Bukan sebagai ia yang bersinar sementara kemudian menghilang untuk selamanya. Namun, ia yang bersinar paling terang di antara gelap yang kau takutkan. Maka ingatlah kenangan itu akan tetap bersinar jikalau engkau berani menginginkannya.
Sejak kecil, aku hanya
mengenal abu-abu
Tapi kau terlalu terang
Tapi kau celupkan padaku
apa itu cahaya
Potongan diriku yang
bahagia hanya lupa
Tentang siapa aku
Juga dirimu
Yang ku sangka adalah
bukti pada pagi
O, ternyata itu mimpi
Dan dirimulah bagiku waktu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar