Selasa, 05 Februari 2019

Cerita Dalam "Insomnia"


Di sudut ruang dingin, angin mengetuk dari jendela

Yang mengizinkan ia singgah

Di antara lampu-lampu hias yang memantul pada langit-langit
Juga riuh serangga yang satu sama lainnya bersahutan

Kepalanya berbisik pelan
Mengajak untuk menyalakan televise
Tangannya menghalangi
Merekapun berkelahi
Matanya mencoba menghampiri dan mengengahi
Di tonton oleh sebatang korek api
Yang sibuk mencari rokok dan kopi

Tetapi saat semua itu terjadi
Ia malah pergi melarikan diri
Ke tempat paling aman...

Nyaman....

Nyaman....

Nyaman......

.....

Sampai esok pagi





Kembang api seperti kenangan. Bukan sebagai ia yang bersinar sementara kemudian menghilang untuk selamanya. Namun, ia yang bersinar paling terang di antara gelap yang kau takutkan. Maka ingatlah kenangan itu akan tetap bersinar jikalau engkau berani menginginkannya.




Sejak kecil, aku hanya mengenal abu-abu
Tapi kau terlalu terang
Tapi kau celupkan padaku apa itu cahaya
Potongan diriku yang bahagia hanya lupa
Tentang siapa aku
Juga dirimu
Yang ku sangka adalah bukti pada pagi

O, ternyata itu mimpi
Dan dirimulah bagiku waktu.



Cerita Dalam "Insomnia"

Di sudut ruang dingin, angin mengetuk dari jendela Yang mengizinkan ia singgah Di antara lampu-lampu hias yang memantul pada langi...